Nunukan, 30DETIK.COM - Wakil Bupati Nunukan Hermanus menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam pembangunan wilayah perbatasan. Menurutnya, kajian ilmiah diperlukan agar program pembangunan tidak terkesan "tiba-tiba tiba akal".
Pendapat itu disampaikan Hermanus saat menerima audiensi rombongan Universitas Airlangga (Unair) di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (13/1/2026). Ia menyambut baik rencana program pengabdian masyarakat yang akan digulirkan Unair di Kabupaten Nunukan, khususnya Pulau Sebatik.
"Pembangunan Nunukan membutuhkan masukan terkait keterbatasan akses, keberlanjutan pendidikan, dan lain-lain," ujar Hermanus. Ia menyebut luasnya kontur perbatasan menuntut pendekatan tepat, bukan sekadar insentif.
Hermanus juga menyoroti aktivitas ekonomi Nunukan yang tumbuh alami sejak sebelum kabupaten ini berdiri. "Masyarakat perbatasan dengan Tawau, Malaysia, punya kesamaan budaya dan bahasa, sehingga ketergantungan ekonomi sulit diubah," katanya.
Ia berharap Unair melahirkan rekomendasi kebijakan pusat untuk dorong ekonomi perbatasan. Hermanus mendorong pandangan pembangunan dari perspektif kesamaan, bukan perbedaan, seperti konsep sister city dengan Tawau.
Dalam paparannya, Direktur Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads (AIIOC) Unair Lina Puryanti ungkapkan rencana Community Development International di Sebatik. Program ini bermitra dengan Pemkab Nunukan, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Johor.
"Sebatik strategis untuk kedaulatan dan kesejahteraan perbatasan Indonesia-Malaysia. Kunjungan ini untuk petakan masalah," jelas Lina. Program dibagi dua tahap: Community Development DAPT-EQUITY (fokus Sebatik) dan ACDH.
Fokus kegiatan meliputi pengolahan pangan perikanan, transformasi teknologi nelayan (GPS, radio, security & safety), pengembangan distribusi pasar, youth engagement, budidaya rumput laut, UMKM, serta edukasi penangkapan ramah lingkungan.
Unair libatkan empat fakultas dan satu pascasarjana, termasuk lokakarya kolaboratif dengan nelayan, pemuda lokal, serta mitra nasional-internasional, plus pendokumentasian pengetahuan bahari lokal.
Pertemuan yang dimoderatori Plt Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan itu dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan/Plt Kepala Dinas Perikanan Juni Mardiansyah, Wakil Ketua DPRD Arpiah, Ketua Komisi II DPRD Andi Fajrul Syam, Sekretaris Komisi II Ramsyah, serta pejabat lain.(Ansor/ProkompimNnk)

Posting Komentar