30detik.com - Nunukan- Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kewilayahan di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (6/2/2026). Bertema "Pemerataan Infrastruktur Layanan Dasar dan Infrastruktur Ekonomi untuk Menunjang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif", forum ini membahas rencana pembangunan wilayah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hermanus menekankan urgensi pemerataan infrastruktur layanan dasar serta infrastruktur ekonomi guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi inklusif. "Pemerataan infrastruktur ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan aksesibilitas ekonomi di wilayah kita," ujarnya. Ia juga mengajak seluruh pihak berkolaborasi aktif. "Mari kita bekerja sama membangun wilayah kita menjadi lebih baik dan sejahtera," tambahnya, sambil menegaskan hasil rumusan harus benar-benar menyentuh masyarakat.
Musrenbang ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota DPRD daerah pemilihan setempat, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Dari 320 usulan hasil Musrenbang kecamatan, sebanyak 140 usulan diprioritaskan untuk dibahas, berasal dari lima kecamatan.
1.Kecamatan Lumbis 30 usulan
2.Kecamatan Lumbis Ogong 30 usulan
3.Kecamatan Lumbis Pansiangan18 usulan
4.Kecamatan Lumbis Hulu 30 usulan
5.Kecamatan Sembakung Atulai 32 usulan
Seleksi usulan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), dukungan program strategis nasional, keselarasan dengan visi-misi bupati melalui 17 arah pembangunan baru, serta prinsip proporsionalitas dan keterwakilan antar-kecamatan.
Kepala Bappeda Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP, menjelaskan bahwa hasil Musrenbang ini akan menyempurnakan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD), yang selanjutnya dibahas di Forum Perangkat Daerah. Meski terkendala anggaran, pemerintah daerah membuka jalur alternatif seperti aspirasi DPRD, bantuan keuangan provinsi, hingga usulan ke pusat untuk usulan prioritas yang belum terakomodir.
Menariknya, acara ini dirangkaikan dengan pelayanan publik jemput bola dari perangkat daerah di beberapa titik, menunjukkan komitmen pemerintah mendekatkan diri ke masyarakat. Forum ini diharapkan lahirkan rencana pembangunan responsif yang tingkatkan kesejahteraan warga Nunukan.(Ansor/ProkompimNnk)

Posting Komentar