TARAKAN, 30Detik.com – Ketua Posbindu Kelurahan Kampung IV, Rita, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan Posbindu di wilayah tersebut.
Menurut Rita, layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan Posbindu sebagian besar gratis, meski untuk pemeriksaan tertentu seperti kolesterol terkadang dikenakan biaya, tergantung program dari puskesmas.
“Kadang berbayar, kadang gratis, tergantung program dari puskesmas. Seperti bulan ini ada program CKG, jadi beberapa layanan gratis. Tapi untuk pemeriksaan kolesterol masih berbayar, selain itu gratis,” ujar Rita saat ditemui dalam kegiatan Posbindu di Kelurahan Kampung IV, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan di Posbindu dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Mamurungan karena masih berada dalam satu wilayah pelayanan kesehatan.
Rita mengatakan, kegiatan Posbindu tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, tetapi dilakukan secara mobile ke seluruh RT di Kelurahan Kampung IV.
“Kami mobile, muter di 13 RT. Tapi kami fokus ke tempat yang respondennya banyak,” katanya.
Program Posbindu sendiri menyasar masyarakat usia 15 tahun ke atas. Namun, menurut Rita, target peserta pemeriksaan sering kali sulit tercapai karena sebagian warga merasa sudah melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat lain, seperti sekolah maupun Posyandu Lansia.
“Kadang mereka bilang sudah screening di sekolah atau sudah periksa di Posyandu Lansia. Jadi mereka merasa sama saja,” jelasnya.
Meski demikian, Rita menyebut partisipasi masyarakat di Kelurahan Kampung IV masih cukup baik. Dalam setiap kegiatan, pihaknya ditargetkan mampu menghadirkan sedikitnya 20 peserta pemeriksaan.
“Alhamdulillah rata-rata bisa 20 orang, kadang sampai 30 orang. Tapi kalau sampai 50 orang kami tidak bisa janji karena masyarakat terbagi dengan program kesehatan lainnya,” ujarnya.
Rita juga mengungkapkan tantangan terbesar kader Posbindu adalah mengubah pola pikir masyarakat yang takut mengetahui kondisi kesehatannya sendiri.
“Kadang mereka berpikir lebih baik tidak tahu penyakitnya. Kalau sudah periksa nanti jadi tahu penyakitnya. Itu tantangan terbesar kami,” katanya.
Karena itu, ia berharap kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bisa terus meningkat demi mendeteksi penyakit sejak dini.
“Saya berharap masyarakat lebih sadar pentingnya periksa kesehatan. Jangan takut periksa, karena pemeriksaan itu penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak awal,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar