Tarakan, 30Detik.com — Puskesmas Pantai Amal menggelar pertemuan lintas sektor di Aula Kelurahan Pantai Amal dengan fokus memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparatur wilayah untuk menangani isu kesehatan lokal seperti stunting, cakupan imunisasi, dan sanitasi lingkungan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri Kepala Puskesmas Pantai Amal, drg. Desianti; Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pantai Amal, Sutanto, S.E.; Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Tarakan Timur, Intang Makmur, S.E., M.H.; perwakilan DPPPAPPKB, Agustina; staf medis dan tenaga kesehatan Puskesmas Pantai Amal; perwakilan kader posyandu; tokoh masyarakat; serta ketua RT setempat.
Acara dibuka resmi oleh Kepala Puskesmas Pantai Amal, drg. Desianti. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa permasalahan kesehatan seperti stunting, rendahnya cakupan imunisasi, dan sanitasi lingkungan tidak dapat ditangani oleh puskesmas sendirian. “Upaya ini membutuhkan dukungan penuh aparatur wilayah dan peran aktif masyarakat. Sinergi lintas sektor adalah kunci agar intervensi kesehatan terselenggara secara berkelanjutan,” ujar Desianti.
Sutanto, S.E., memaparkan hasil pemetaan potensi warga yang dapat mendukung program kesehatan di tingkat kelurahan. Ia menekankan kesiapan kelurahan untuk menggerakkan swadaya masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta mengoptimalkan peran posyandu sebagai pusat layanan ibu dan anak.
Dari tingkat kecamatan, Intang Makmur menyampaikan arahan strategis dan menyoroti pentingnya sinkronisasi anggaran pemberdayaan di kecamatan untuk mendukung program kesehatan prioritas. Ia juga memberikan apresiasi atas inisiatif Puskesmas Pantai Amal yang aktif merangkul berbagai pihak demi terciptanya layanan kesehatan yang lebih inklusif.
Sesi diskusi berjalan interaktif. Perwakilan RT dan kader posyandu mengemukakan sejumlah kendala di lapangan, antara lain kebutuhan peremajaan alat timbang digital untuk posyandu dan perlunya edukasi intensif bagi ibu hamil berisiko tinggi. Pihak puskesmas bersama unsur pemberdayaan langsung mencatat masukan tersebut dan merumuskan rencana tindak lanjut (RTL).
Hasil awal pertemuan melahirkan komitmen penyusunan RTL yang memuat inventarisasi kebutuhan alat posyandu, jadwal pelatihan edukasi kehamilan berisiko, serta mekanisme koordinasi rutin antar-RT, posyandu, kelurahan, dan puskesmas untuk memantau capaian imunisasi dan upaya penurunan angka stunting.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan menggelar rapat koordinasi lanjutan dalam empat minggu ke depan untuk mengevaluasi progres pelaksanaan RTL dan memastikan implementasi program berjalan terintegrasi.(*)

Posting Komentar