Nunukan, 30Detik.com – Guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah serta turut menyukseskan program swasembada pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya mengembangkan dan memperkuat sektor pertanian. Salah satu wujud nyata upaya tersebut adalah melalui penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi kelompok tani yang ada di Pulau Sebatik.
Penyerahan bantuan dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, di Kampung Enrekang, Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, pada hari Senin, 8 Juni 2026. Acara ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Pulau Sebatik, perwakilan unsur TNI, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani yang menjadi penerima manfaat.
Sebanyak 8 unit Alsintan disalurkan dalam kegiatan ini, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026. Bantuan tersebut dibagikan kepada dua kelompok tani yang beroperasi di wilayah Pulau Sebatik.
Rinciannya, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Bersama yang berkedudukan di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, menerima 7 unit hand tractor. Sedangkan 1 unit hand tractor lainnya diserahkan kepada Kelompok Tani Gaya Bakti yang berada di Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur.
Bupati Irwan Sabri berpesan agar bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dikelola secara bersama-sama. Ia menegaskan agar Alsintan tersebut tidak dikuasai oleh perorangan atau pihak tertentu saja, melainkan harus dapat dipinjamkan kepada kelompok tani lain yang membutuhkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas.
“Jangan sampai alat ini dikuasai atau dimonopoli. Jika ada tetangga atau kelompok tani lain yang memerlukan, silakan dipinjamkan. Selain itu, rawatlah dengan baik agar alat ini tetap awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Bupati dalam arahannya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Alsintan ini diharapkan dapat meringankan beban kerja petani, mempercepat proses pengolahan lahan pertanian, serta pada akhirnya mampu mendongkrak hasil produksi pertanian di wilayah perbatasan.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan hasil panen dan kesejahteraan seluruh petani di Pulau Sebatik dan sekitarnya,” Ujar Irwan Sabri.
* Urgensi Mekanisasi di Beranda Depan Negara *
Langkah Pemkab Nunukan melakukan mekanisasi pertanian di Pulau Sebatik memiliki dimensi strategis yang melampaui isu ketahanan pangan lokal. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, ketahanan pangan di Pulau Sebatik memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan wilayah. Selama ini, ketergantungan sebagian komoditas pokok di perbatasan terhadap negara tetangga masih menjadi tantangan klasik.
Pemberian bantuan berupa hand tractor dari APBD 2026 menjadi stimulus penting untuk mengubah pola pertanian tradisional menjadi modern dan efektif. Dengan mekanisasi, waktu pengolahan lahan dapat dipangkas secara signifikan, yang pada akhirnya meningkatkan frekuensi masa tanam per tahun (indeks pertanaman).
Namun, tantangan terbesar dari program ini terletak pada manajemen pasca-bantuan. Penegasan Bupati Irwan Sabri agar alat tidak dimonopoli dan dirawat secara berkelanjutan adalah poin krusial. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada efektivitas pengawasan Dinas Pertanian setempat dalam memastikan pembagian kerja alat yang adil antarkelompok tani, serta ketersediaan akses suku cadang dan pelatihan perawatan bagi para petani di lapangan.(*)

Posting Komentar