TARAKAN, 30Detik.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tarakan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program pembinaan dan pelatihan bagi pengelola perpustakaan sekolah yang dilaksanakan secara berkala di Perpustakaan Daerah Kota Tarakan.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Tarakan, Dharmawati, S.Pd., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
“Di bidang perpustakaan ada dua tim kerja. Pertama tim kerja pengelola perpustakaan yang mengelola layanan di perpustakaan daerah, seperti sirkulasi buku, layanan membaca, digitalisasi, komputer, hingga kegiatan literasi. Kemudian tim kerja kedua adalah pembinaan perpustakaan yang bertugas membina berbagai jenis perpustakaan di Kota Tarakan,” ujar Dharmawati saat ditemui, Kamis (11/6/26).
Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan mencakup perpustakaan sekolah tingkat SD dan SMP, perpustakaan desa dan kelurahan, taman bacaan masyarakat (TBM), serta perpustakaan khusus yang berada di instansi pemerintah maupun organisasi lainnya.
Khusus untuk perpustakaan sekolah, DPK Tarakan membina sebanyak 128 sekolah yang terbagi dalam beberapa gugus. Pembinaan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun dengan jadwal dua kali setiap bulan dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Menurut Dharmawati, akibat efisiensi anggaran, pihaknya tidak dapat melaksanakan pembinaan secara langsung ke sekolah-sekolah seperti sebelumnya. Sebagai solusi, DPK Tarakan menerapkan pola pelatihan terpusat dengan mengundang pengelola perpustakaan sekolah untuk mengikuti pembinaan di perpustakaan daerah.
“Tahun ini kegiatan tersebut sebenarnya tidak memiliki alokasi anggaran khusus. Karena itu kami menggunakan strategi dengan mengundang pengelola perpustakaan sekolah datang ke sini untuk mengikuti pelatihan dan magang. Dengan cara ini pembinaan tetap bisa berjalan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai tata kelola perpustakaan sekolah sesuai standar nasional, mulai dari pengelolaan koleksi, pelayanan perpustakaan, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan literasi yang dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Dharmawati menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Bahkan, perpustakaan disebut sebagai “jantung sekolah” karena menjadi pusat aktivitas literasi dan sumber belajar bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Perpustakaan sekolah itu jantungnya sekolah. Aktivitas akademik dan budaya membaca sangat bergantung pada keberadaan perpustakaan. Karena itu pengelolaannya harus dilakukan dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap sekolah di Kota Tarakan saat ini telah memiliki perpustakaan. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah memastikan seluruh perpustakaan tersebut dikelola sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Menurutnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga telah mengakomodasi kebutuhan pengembangan perpustakaan, termasuk pengadaan buku teks maupun nonteks, buku fiksi, sastra, dan berbagai koleksi lainnya. Namun tanpa pengelolaan yang baik, keberadaan koleksi tersebut tidak akan memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Kalau hanya menyediakan buku tanpa ada aktivitas membaca, tanpa program literasi, tanpa kegiatan yang mendorong anak-anak mencintai buku, maka fungsi perpustakaan tidak akan berjalan maksimal. Padahal perpustakaan memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan prestasi akademik peserta didik,” ujarnya.
Melalui program pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, DPK Tarakan berharap seluruh perpustakaan sekolah di Kota Tarakan dapat memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dan mampu menjadi pusat literasi yang aktif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Kami ingin perpustakaan sekolah benar-benar menjadi pusat belajar dan pusat literasi yang memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik. Karena itu pembinaan ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” pungkas Dharmawati.(PJ)

Posting Komentar