Perpustakaan Tarakan Ungkap Potensi dan Tantangan Literasi di Hadapan Komisi IV DPRD Kaltara

Dok : As


TARAKAN, 30Detik.com – Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Dharmawati, S.Pd., M.Si., mendorong penguatan budaya literasi melalui dukungan regulasi daerah serta optimalisasi peran Bunda Literasi hingga tingkat kelurahan.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Jumat (5/6/26).

Dalam pertemuan tersebut, Dharmawati memaparkan berbagai capaian dan tantangan pengembangan literasi di Kalimantan Utara, termasuk peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merupakan salah satu dari 24 Pelatih Ahli Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dipilih secara nasional oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya dua orang yang berasal dari Kalimantan Utara.

"Ini bukan untuk membanggakan diri, tetapi menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki sumber daya yang mampu bersaing di tingkat nasional. Dari 24 pelatih ahli yang dipilih, dua di antaranya berasal dari Kalimantan Utara," ujarnya di hadapan rombongan Komisi IV DPRD Kaltara.

Menurut Dharmawati, sejumlah daerah di Kalimantan Utara telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung gerakan literasi melalui pengembangan taman bacaan masyarakat dan perpustakaan desa maupun kelurahan.

Ia mencontohkan beberapa daerah yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan literasi, sehingga mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan kegiatan edukatif.

Dok : As


Selain itu, Dharmawati menyampaikan bahwa pada tahun lalu sekitar 120 titik taman bacaan masyarakat, perpustakaan desa, dan perpustakaan kelurahan memperoleh bantuan berupa koleksi buku serta peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan.

Namun demikian, ia menilai bantuan tersebut perlu didukung dengan regulasi yang kuat agar pemanfaatannya lebih optimal dan berkelanjutan.

"Kami berharap adanya dukungan melalui Peraturan Daerah tentang literasi sehingga program-program yang sudah berjalan dapat terus diperkuat. Jangan sampai buku-buku yang sudah diberikan tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dharmawati juga menyoroti pentingnya peran Bunda Literasi mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan. Menurutnya, keberadaan Bunda Literasi dapat menjadi ujung tombak dalam menumbuhkan budaya membaca di lingkungan masyarakat.

"Bunda Literasi memiliki posisi strategis karena dapat menggerakkan berbagai kegiatan literasi di tengah masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, budaya baca di Kalimantan Utara dapat terus berkembang," ujarnya.

Kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara tersebut merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi dan melihat langsung kondisi layanan perpustakaan daerah, sekaligus membahas penguatan regulasi yang mendukung peningkatan literasi masyarakat di Kalimantan Utara.(*)

0/Post a Comment/Comments