Dok oleh MX
TARAKAN, 30Detik.com – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., secara resmi memimpin sekaligus membuka jalannya agenda High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tarakan Tahun 2026. Pertemuan tingkat tinggi yang mengusung tema besar “Sinergi Digital untuk Tarakan Maju” ini diselenggarakan di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (29/7/2026).
Agenda strategis TP2DD kali ini dirangkaikan dengan peluncuran sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online. Inovasi teknologi keuangan ini diluncurkan sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem digitalisasi transaksi, sekaligus memotong birokrasi pencairan anggaran agar lebih cepat dan aman.
Dalam evaluasi yang dipaparkan, performa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kota Tarakan menjadi sorotan utama. Rapor IETPD Tarakan yang sebelumnya mampu menyentuh angka impresif 98,5 persen, tercatat mengalami sedikit kontraksi atau penurunan ke angka 95,5 persen pada penutupan laporan Semester I Tahun 2026.
Meskipun secara akumulasi angka tersebut mengalami penurunan, posisi tata kelola keuangan Kota Tarakan ditegaskan masih berada dalam zona aman dan mempertahankan predikat kategori "Digital" dalam implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul menegaskan bahwa penerapan elektronifikasi secara menyeluruh bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi suatu keharusan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini berjalan selaras dengan komitmen penuh Pemerintah Kota Tarakan dalam mewujudkan transformasi menuju kota cerdas (smart city).
Khairul menggarisbawahi bahwa kunci utama optimalisasi program ini bertumpu pada kesiapan aspek penunjang di lapangan. Dukungan pemenuhan infrastruktur yang memadai, terutama kepastian ketersediaan jaringan internet yang stabil dan merata, menjadi variabel mutlak agar seluruh proses digitalisasi pelayanan publik dapat berjalan secara optimal tanpa hambatan teknis.
"Saya juga memerintahkan dengan tegas agar implementasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) terus didorong perkembangannya di setiap instansi. Akselerasi KKPD ini sangat penting sebagai bagian dari upaya kolektif kita untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas mendalam pada setiap pengelolaan keuangan daerah," pungkas dr. Khairul di hadapan para kepala OPD dan perwakilan perbankan.
Melalui sinergi kokoh antara TP2DD, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkot Tarakan optimistis fluktuasi indeks IETPD pada semester berikutnya dapat kembali dikatrol naik melalui penguatan sistem pembayaran nontunai yang masif dan terintegrasi.(*)

Posting Komentar