Puskesmas Pantai Amal Imbau Masyarakat Waspadai Diare dan Cegah Dehidrasi

UPT Puskesmas Pantai Amal


TARAKAN, 30Detik.com – Puskesmas Pantai Amal mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit diare. Meski umum terjadi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya, terutama pada bayi, balita, dan lanjut usia (lansia) apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Kepala Puskesmas Pantai Amal, drg. Desianti, mengatakan bahwa diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar disertai perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit.

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, masyarakat dianjurkan segera memperbanyak konsumsi air putih atau larutan oralit ketika mengalami diare. Selain itu, penderita juga tetap disarankan mengonsumsi makanan bergizi sesuai kemampuan tubuh agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

"Selain penanganan yang tepat, pencegahan juga sangat penting. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, serta hindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang kebersihannya tidak terjamin," ujar drg. Desianti, Selasa (21/7/26).

Puskesmas Pantai Amal juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila diare berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, tinja berdarah, atau muncul tanda-tanda dehidrasi seperti tubuh lemas, mulut kering, dan frekuensi buang air kecil yang berkurang.

Menurutnya, penanganan dini dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.

Melalui edukasi ini, Puskesmas Pantai Amal mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman dan higienis.

"Dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat, risiko diare dapat diminimalkan. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati," tutup drg. Desianti.(*)

0/Post a Comment/Comments