TARAKAN – Penumpukan sampah di Depo Sampah kawasan Beringin, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan, kian dikeluhkan oleh masyarakat dan para pengguna jalan. Pasalnya, volume sampah tidak hanya memenuhi depo, melainkan meluber hingga ke badan jalan akibat perilaku oknum warga yang membuang sampah sembarangan.
Kondisi ini memicu respons dari pihak ketiga pengelola kebersihan. Direktur PT Meris Abadi Jaya, Wahyudin, angkat bicara mengenai kendala lapangan yang dihadapi oleh jajarannya terkait penumpukan sampah yang mengganggu estetika dan kenyamanan lalu lintas tersebut.
Wahyudin mengungkapkan, armada pengangkut dari PT Meris Abadi Jaya sebenarnya rutin turun ke lapangan. Namun, petugas kerap menemui kendala besar di lokasi akibat pola pembuangan sampah oleh masyarakat yang tidak tertib.
"Ada sedikit kendala ketika anggota kami turun untuk mengangkut sampah. Hal ini dikarenakan sampah yang dibuang oleh masyarakat bukan dimasukkan ke dalam depo yang sudah disediakan, melainkan dilempar dan ditumpuk begitu saja di badan jalan," ujar Wahyudin.
Kondisi ini diperparah dengan beragamnya jenis sampah yang dibuang di lokasi tersebut. Wahyudin membeberkan bahwa tumpukan limbah di jalanan Beringin saat ini tidak lagi didominasi oleh sampah rumah tangga biasa. Petugas di lapangan menemukan berbagai material berat dan tak lazim, mulai dari sampah bongkaran rumah (puing bangunan), ban bekas, sabut kelapa, hingga limbah sejenis lainnya yang memiliki volume besar.
Menyikapi persoalan yang terus berulang ini, Wahyudin meminta ketegasan dan sinergi dari jajaran pemerintah setempat. Ia mendesak pihak kelurahan untuk mengambil langkah preventif dengan memberikan edukasi dan teguran langsung kepada warga.
"Kami berharap pemerintah daerah, dalam hal ini pihak Kelurahan Selumit Pantai, untuk aktif mengimbau masyarakat sekitar agar tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan. Buanglah sampah langsung ke dalam depo agar petugas kami dapat mengangkutnya dengan cepat dan maksimal tanpa mengganggu pengguna jalan," tegasnya.
Pihak pengelola berharap kesadaran bersama antara ketertiban warga membuang sampah dan pengawasan dari kelurahan dapat segera menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan di kawasan padat penduduk tersebut.(AS)

Posting Komentar