#HB #HasanBasri #HarusBisa
JAKARTA, 30Detik.com – Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD/MPR RI, H. Hasan Basri, S.H., M.H., merespons cepat musibah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini telah mengakibatkan 47 orang meninggal dunia, 101 warga luka-luka, serta memaksa sedikitnya 9.290 jiwa bertahan di posko pengungsian darurat.
Menyikapi skala dampak kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa tersebut, Senator asal Kalimantan Utara ini mendesak pemerintah pusat melalui kementerian teknis, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah untuk segera bergerak cepat melakukan langkah-langkah tanggap darurat yang taktis dan terintegrasi di lapangan.
"Kami meminta jajaran penegak hukum dan penanggulangan bencana prioritas utamanya saat ini adalah mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak, serta menjamin pemenuhan hak-hak dasar logistik pengungsi di tenda darurat secara merata, mulai dari pasokan air bersih, beras, tenda penampungan, hingga ketersediaan obat-obatan medis," ujar Hasan Basri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/8/2026).
Hasan Basri menyampaikan duka cita mendalam yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa akibat guncangan sesar aktif di Laut Flores tersebut. Secara khusus, ia memanjatkan doa terbaik demi keselamatan dan pemulihan total Provinsi Nusa Tenggara Timur yang kini tengah didera cobaan berat.
"Semoga senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan bagi seluruh masyarakat terdampak, kesembuhan bagi saudara-saudara kita yang terluka, serta diberikan kelancaran dan kemudahan dalam seluruh sirkulasi proses penanganan kedaruratan hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pemulihan pascabencana," tutur Ketua PURT DPD RI tersebut.
Berdasarkan laporan mitigasi struktural dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meskipun peringatan dini tsunami telah resmi diakhiri, aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) tercatat masih terus terjadi secara fluktuatif di sekitar Kabupaten Nagekeo, Sikka, hingga Manggarai. Atas dasar itu, Hasan Basri juga mengimbau kepada masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada, tenang, menghindari bangunan yang mengalami retakan struktur, serta selalu menyaring informasi dari saluran resmi guna menghindari hoaks di tengah masa darurat.(*)

Posting Komentar