NUNUKAN, 30Detik.com – Penyakit malaria menjadi tantangan kesehatan yang tidak mengenal batas negara di wilayah beranda utara Indonesia. Guna mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut kunjungan kerja strategis dari Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia, dalam rangka memperkuat kerja sama pengendalian malaria lintas batas negara.
Pertemuan internasional ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. H. Raden Iwan Kurniawan, M.AP., dan dipusatkan di Ruang Rapat VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Agenda krusial di tapal batas ini dihadiri oleh Dr. Abdul Marsudi Bin Manah beserta rombongan delegasi Jabatan Kesihatan Negeri Sabah. Hadir pula mendampingi, Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman.
Dalam sambutannya, Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rombongan dari Negeri Jiran atas inisiatif kolaborasi kesehatan ini. Pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan koordinasi bilateral karena faktor kedekatan geografis serta hubungan sosial kemasyarakatan yang sangat erat di perbatasan.
"Malaria merupakan penyakit yang tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Mobilitas masyarakat yang tinggi, aktivitas ekonomi, perdagangan, hingga perjalanan sosial di kawasan perbatasan menjadi faktor pemicu perpindahan kasus dari satu wilayah ke wilayah lainnya," ungkap Raden Iwan.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa target eliminasi malaria mutlak membutuhkan kerja sama lintas batas yang kuat, berkesinambungan, dan terkoordinasi secara taktis. Fokus utamanya mencakup sektor surveilans, percepatan penemuan dan pengobatan kasus, pertukaran informasi secara berkala, pengendalian vektor, hingga pencegahan penularan di zona berisiko tinggi.
"Kondisi geografis Kalimantan Utara yang memiliki batas darat dan laut langsung dengan Sabah memberikan tantangan tersendiri. Namun, ini sekaligus menjadi peluang emas bagi kita untuk membangun model kerja sama lintas negara yang lebih baik," tambahnya.
Sinyal positif juga ditunjukkan oleh pihak Malaysia. Dr. Abdul Marsudi Bin Manah dari Jabatan Kesihatan Negeri Sabah menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dan pelayanan prima yang diberikan oleh jajaran Pemkab Nunukan.
Ia berharap kunjungan kerja ini menjadi titik awal yang kuat untuk mengaktifkan kembali sinergi di bidang kesehatan antarkedua wilayah perbatasan secara berkelanjutan.
“Kami amat berbesar hati atas pelayanan yang cukup baik. Saya dan tim mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang diberikan,” tutur Dr. Abdul Marsudi.
Pertemuan bilateral ini diharapkan segera menelurkan nota kesepahaman serta rekomendasi konkret di lapangan. Dengan begitu, jajaran kesehatan di Kalimantan Utara, Kabupaten Nunukan, dan Negeri Sabah dapat memiliki mekanisme mitigasi serta penanganan malaria yang lebih cepat, efektif, dan terintegrasi.(*)

Posting Komentar