Nunukan dan KRI Tawau Bahas Beasiswa 900 Anak PMI hingga Konektivitas Laut

Dok oleh Prokompim Nunukan

NUNUKAN, 30Detik.com – Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi dengan perwakilan Republik Indonesia di Malaysia guna mengoptimalkan pelayanan publik dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan silaturahmi antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan dengan Konsul Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau di Ruang Kerja Sekda, Rabu (7/10/2026).
Kunjungan strategis ini digelar dalam rangka mempererat koordinasi terkait sejumlah isu krusial di wilayah perbatasan NKRI-Malaysia. Fokus utama pembahasan meliputi kelanjutan pendidikan anak PMI, konektivitas transportasi laut, hingga penguatan regulasi perekonomian antar-wilayah.
Dalam pertemuan tersebut, Konsul KRI Tawau menyampaikan perhatian mendalam mengenai keberlanjutan pendidikan anak-anak PMI di Malaysia yang hendak melanjutkan jenjang sekolah menengah ke wilayah Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data saat ini, fasilitas beasiswa yang tersedia baru mampu menampung sekitar 500 hingga 600 siswa, sementara masih ada sekitar 900 anak PMI lainnya yang membutuhkan fasilitasi pendidikan serupa.
"Kita berharap ada skema kerja sama dan penguatan kapasitas sekolah-sekolah menengah di Nunukan, seperti di SMK 1 Nunukan, Mutiara Bangsa Sebatik, hingga Pesantren Hidayatullah. Anak-anak PMI yang melanjutkan sekolah di tanah air tidak hanya mengenyam pendidikan, tetapi keberadaan mereka juga turut menghidupkan perekonomian lokal Nunukan dari sektor tempat tinggal dan kebutuhan harian," ungkap Konsul KRI Tawau.
Selain sektor pendidikan, kedua pihak juga menyoroti potensi ekonomi perbatasan dan tingginya serapan tenaga kerja di Sabah, Malaysia, yang sebagian besar disuplai oleh PMI. Pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya mendorong regulasi khusus perbatasan atau skema kawasan ekonomi yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta legalitas perdagangan. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi penyelundupan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi Kabupaten Nunukan sebagai gerbang batas negara.
Isu pelayanan perhubungan laut turut menjadi poin penting yang dibahas. KRI Tawau memaparkan tindak lanjut atas aspirasi para pengusaha feri rute Nunukan–Tawau terkait penyesuaian tarif tiket, biaya timbangan barang penumpang, serta perbaikan aspek pelayanan di Pelabuhan Tawau agar berjalan lebih adil dan efisien.
Merespons hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan yang hadir mewakili Bupati Nunukan menyambut baik kunjungan serta langkah-langkah kolaboratif yang diusulkan oleh KRI Tawau.
Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan siap bersinergi secara berkesinambungan dengan perwakilan RI di Malaysia dan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan demi memastikan pelayanan publik, perlindungan terhadap PMI, serta pengembangan kawasan perbatasan dapat berjalan secara optimal dan terintegrasi.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama dari kedua belah pihak untuk saling mengawal dan menindaklanjuti seluruh poin strategis yang telah didiskusikan demi kemajuan dan kedaulatan wilayah perbatasan NKRI.(*)

0/Post a Comment/Comments